MANFAATKAN DUNIA DAKWAH, Kita Sangat Diuntungkan.
'
USIA KEJAYAAN SESEORANG
Saya Dikejutkan oleh sebuah pernyataan dikatakan bahwa usia Kejayaan seseorang adalah pada usia 40 - 50 Tahun pada usia itu kesempatan itu kita sebenarnya mampu bersikap sesuatu melakukan sesuatu dan mampu melaksanakan sesuatu dan berdaskan Sikap yang kita pilih lalu kita lakukan maka kita akan mencapai sesuatu, walaupun ada juga itu justenarnya eru menonjol atau anda tinjolkan pada usia usia sesudahnya, tetapi ketahuilah sebenarnya pada usia tersebut diatas itulah anda melakukan sesuatu yang menentukan anda berhasil apa tidak.
Joka ingin meneliti telitilah diri sendiri sekarang kita ada di hari tuia, kita sukses bila kita tidak keliri bersikap, dan kita akan hidup berkekurangan bila pada usia itu kita keliru bersikap. Tetapi biarlah itu menjadi sesuatu yang harus kita jadikan pelajaran bagi kita dan bagi anak keturunan kita,dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah yang akan menentukan segala sesuatunya, rejeki kita sema Allah yang menentukan.
Bagi kita yang seusia dengan saya, artinya bahwa usia 40 - 50 tahun sudah berlalu. Tetapi kita masih memiliki Peluang Emas di usia tua, pada usia ini kita masih memiliki Peluamh Emas, yang bisa kita raih secara maksiml, gagasan ini saya dapatkan setelah menyimak isi Khutbah yang disampaikan di Masjid Aljihad Perum Korpri Bandar Lampung Hari Jumat 24 Juli kemarin, maaf saya mengalami kesulita karena alat saya untuk memperoses sedikit kerusakan, namun inti khutbah masih bisa dipertahankan walaupun membutuhkan waktu yang panjang. Alhamdulillah. Peluang kita untuk memperbaiki diri sebenarnya ada di dunia dakwah dan itu terbuka dihadapan kita semua. Kita masih memiliki kesempatan meraik usia kejayaan.
Mungkin kita bukan ilmuan dan mungkin kita bukan hartawan, dan mungkin kita Bukan Pengirus, kita hanya dikelas rendah belaka. tetapi jangan khawatir bahwa kita mampu mendapatkan hasil yang melebihi mereka. Itu hanya akan kita dapatkan di dunia dakwah. Di dunia dakwah itu kita bisa mendapatkan sesuatu tampa sedikitpun m,enggamnggu pihak lain, apakah dia penceramah, apakah dia penyumbang dan apakah dia Pengelola. Itu semua bisa kita kalahkan tampa mengurangi apa yang mereka dapatkan, karena pendapatan itu sangat tergantung kepada doa doa kita, dengar dan simak Khutbah di atas.
Hadiri pengajian dengan segala kerendahan hati, sadari bahwa kita lemah dan banyak salah dan keliru di mata Allah, ilmu kita hanya sedikit dan uang kita hanya sedikit, dan kita bukan pemimpin yang mampu memberika jalan bagi mereka yang membutuhkan jalan. Tetapi kita ingin sekali Pulang Keharibaan Allah dengan dengan Status Taqwa dan Mulia, karena takwan dan mulia adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Sementara kita hadir dengan segala Kebodohan dan dan Kekurangan Lainnya. Hanya dunia dakwah yang bisa mengangkat kita dari segala kelemahan itu.
Pandai pandailah kita selaku Pengunjung acara dakwah membina hubungan batin dengan Penceramah, Penyelenggara dan Penyumbang acara. Hilanglan jauh jauh sifat protes dan menkeritik kecuali terhadapo sesuatu yang jelas jelas bertentagan denga ajaran Islam, sifat seperti ini diharapkan akan memudahkan kita memiliki rasa syukur dan sekaligus memiudahkan kita berdoa Kepada Allah.
Kami ingatkan bahwa tulisan ini adalah terkait dengan Isi Khutbah yang disampaikan oleh Ustadz diKhutbah Jumat yang disampakan kemarin Jumat 24 Juli 2024, dua hari lalu. maka kumpulkanlah dan pahamilah apa yamg disebut dengan Takwa dan Mulia dalam Khutbah itu. Pahamilah pengertian Takwa dan Apa yamh dimaksudkan dengan Akhlak Mulia dan Bagaimana Hubungan Keduanya. Bila belum cukup maka kejr kembali infonya dan pahamilah sefaham fahamnya. Dan mulai sesedikit apapun yang kita dapatkan maka berdalah dan Mintalah Agar Kita Memilikinta. Itulah jaminan Keselamatan dari Allah.
Sibukkanlah sisa usia kita untuk memahamni dan mendapatkannya. Dan kita yakin info itu akan berhamburan di Pengajian yang diselenggarakan di Masjid kita. Dan jadikanlah klita sebagai salah satunya yang tercapat sebagai orang yang mendambakannya.
Semoga menjadi jaminan selamat sebelum kita meutup mata untuk selamanya. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar