JADIKAN MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBELAJARAN ISLAM
'
(1). MASJID itu selain menjadi Pusat Peribadatan memang seharusnya kita jadikan juga sebagai Pusat Pendidikan Islam. Pada saat ini kita dsedang merayakan Semangat Hari Kemerdekaan kita yang yang kita raih dengan perjuangan tumpahan darah Kemerdekaan kita capai pada Tanggal 17 Agustus 1945. Kita harus ingat sebelum tahun ketercapaian itu ada baiknya kita megnenang bagaimana para orang tua kita atau para pendahulu kita yang pada saat itu ditangkap oleh Penguasa dan terkurung bisa mencapaui Semiggu lalu dilepas oleh Penguasa Penjajahan Belanda yang berlangsung mencapai 350-an Tahun itu. Angka yang sulit kita dapatkan kepastiannya.
Kesalahan yang dituduhkan adalah karena melanggar aturan penguasa, mereka adalah Guru Mengaji Quran yang berani beraninya melanggar. Dikatakan bhwa para guru mengaji Quran dilarang mengajarkan atau membacakan Terjemahan dari Al Fatihah dan Bacaan Al Sholat dan Doa Doa lainnya. Barang siapa yang kedapatan itu akan ditangkap dan dijebloskan dalam penjara.
Memang konon tak ada yang dihukum mati, hukuman yang dijatuhkan hanya hukum kurung saja, itupun konon umumny tak sampai Sebulan, sudah dilepas, bahkan ada yang satu pekan atau sekitar sepuluh hari. Tetapi itupunsudah cukup dirasakan sebagai siksan yang luar biasa, karena selama itu, tidur mereka, pakayan yang boleh digunakan dan Makanan mereka jaug dari layak, sehingga umumnya beberapa kali saja mereka harus menerima hukuman itu maka, nampak sekali pengaruhnya pada ekek kesehatan yang akan dirasakan lebing tersiksa.
Betapapun berat dirasakan, mereka seperti tak merasakan itu, karena sepulang mereka dari hukuman mereka kembali mengajar terjemahan A;lfatihah dan bacaan surat surat pendek lainnya. Bacaan Sholat, seta bacaan bacaan doa dan selawat selawat yang umumnya dibacakan setelah atau sebelum sholat. Tidak sedikit para guru ngaji pada saat itu Wafat dalam usia yang masih relatif muda, dan kalahpun belum meninggal, tetpi kesehatan mereka, sangat tidak baik.
(2) Masalah Politik menjadi masalah yang kedua untuk menghambat kemajuan Islam di Indomesia, Sewaktu Partai Komunis Indonesia (PKI) sedang jaya, PKI mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami kesulitan untuk mencapai kemajuan dikarenakan sikap dan politik Islam, Karena Islam akan sangat menghambat langkah langkah Bangsauntuk mencpai kmajuan. PKI berulangkali melakukan sesuatu yang mengganggu jalannya Pemerintahan dn berbagai aktivitas yang mengganggu jalannya Pemeriintahan dan puncaknya adalah Penghianatan yang di kenal dengan nama Gerakan 30 September PKI 1965 sebuah Gerakan yang paling keji , Pemerintah Orde Baru Muncul menjadi pelopor untuk Mengganyang PKI, Banyak simpoatisan dan Anggota PKI yang kebetulan sedang berada di Luar Negeri mereka tak berani pulang.
PKI sebagai Partai Komunis Indonesia yang berusaha meyakinkan kita bahwa Islam nanti akan menjadi Penghambat Kemajuan yang harus dicapai belum lagi bisa dibuktikan, tetapi keburu PKI terlalu cepat membuktikan bahwa PKI adalah kelompok yang Paling Kejam dan Biadab, dengan sendirinya Tuduhan mereka terhadap Islam itu sangat tidak terbukti.
Tetapi memang PKI dibubarkan oleh Orde Baru, Pegawasan Pemerintah Orde Baru sangat ketat, pada saat itu PKI benar benar sulit untuk bergerak, dan para anggota PKI itu nyaris tak Kuasa menutup nutupi Identitasnya. Sampai pada suatu saat Pemerintahan Orde Baru yang berhasil meluluihlantakkan PKI itu secara Politis mengalami kelesuan.
Eks Aktivis PKI atau Putra Putri Aktivis PKI mulai berani memunculkan jatidirinya, mereka memunculkan Buku Cecara Berseri dan dicetak secara besar besaran Buku yang Berjudul Saya Bangga Menjadu Putra Putri PKI. Mereka ingin mengatakan bahwa kini PKI sudah Kenbali Eksis.
(3) Apa yang dahulu menjadi Gagasam PKI nampaknya mulai di kemukakan, walaupun mereka tak dikenal sebagai seorang eks anggota PKI atau Keturunan dari Penganut PKI tetapi dengan bahasa yang lantang mereka tak segam berbicara seirama keinginan Politik PKI. Ciri ciri PKI pada saat mereka jaya adalah mengungkapkan rasa benci dan ketidaksujkaan kepada pihak Islam, dengan tuduhan bahwa Islam akanmenjadi penyebabnya kegagalan Insonesia memperjuangkan usaha mencapai tujuan bangsa.
Kata kata senada itu kini sudah sering kita dengar diungkapkan oleh para politisi dan juga disampaikan oleh pejabat pejabat tinggi dan menengh tampa segan segan.

Komentar
Posting Komentar