MAKMURKAN MASJID BEDA DENGAN MEMBANGUN IBU KOTA BARU.

KAMI MENYANYI KETIKA KAMI INGAT  SIO      SEKARANG BAGAIMANA KITA MENYANYIKAN LAGU TUHAN  DI NEGERI ASING 


KAWAN SEUSIA saya bisa  saya yakini mengenal lagu ini, kita tak perlu memahami apa bunyi dan arti lirik lagunya, tetapi iramanya boleh juga sehingga kita ikhlas menggoyang goyang kaki peryanda kita oke untuk ini lagu. dan memang dibarakan  tetapi akhir lagu semua dipaksa menangis karena lirik dan irama lagu yang membuat kita bergembisa ternyaka harus berakhir dengan tagisan yangf sesuingguhnya karena sesungguhnya  lagu itu hanya nyanyian sesungguhnya hanya nyanyian  belaka, nyanyian ini disusun bukan berdasarkan kebutuhan da potyensi yang dimiliki, tetapi semuanya disusun berdasarkan keinginan, hayalan  dan impiam  serta tipuan belaka. 

Sulit kita menggambarkan tentang situasi dan perkembangan Pembangunan Ibukota Baru yang kita kenal dengan IKN  versi Presidrn Jokowi  dan para Pendukungnya Yang terkenal  Relamati  Berani Mati. mati demi Jokowi jelas tidak melalui proses yang benar. 

Saya sempat sempat berfikir tentang bagaimana seandainya kita berandai andai menentukan langkah walaupun baru ancang ancang jauh, sekedar menggambarkan bahwa perjalanan "menuju" (dalam tanda kutip)  dan terbukti walaupun baru berandai andai saja saya ditolak mendtah mentah, sepertinya sulit betul untuk membayangkan bagaimana Takmir Masjid Bisa Memakmurkan Masjid. 

Beda sekali ada pihak baru berandai andai saja sudah ada pihak yang Siap tercatat sebagai Pasukan Berani Mati.  untuk siap mendukung. Kegiatan IKN yang berbeda sekali dengan ketika saya membicarakan suatu pembicaraan penting, yaitu membicarakan kemungkinan kita menentukan langkah langkah untuk mencapai kemakmuran masjid untuk dilaksanakan Takmir Masjid, pada saat itu jawaban mengatakan "Klau Langkah itu akan Ditempuh, tolong saya jangan pernah diajak" 


 Kita tahu demikian mudahnya Jokowi membawa kita Bangsa Indonesioa menuju Dunia Mimpi dan kita yakini mimpi mimpi beliau tentang IKN drngn segala hayala dan impiannya, tampa proses bagaikan mengajak kita untuk pindah keduania mimpu beramai sambil menyanyikan sebuah lagu indah berisikn impian seperti tergambar dalam lagi Rivers Of Babilon, semua ikut menyanyi, semua ikut tertidur terbuai mimpi. Kita akan membangun IKN cukup di dunia mimpi.  Walaupun sebenarnya dalam menyanyi sudah mulai menangis kenapa kita senang sekali ditipu. 

Bersiap siaplah kita semua akan ditinggalkan olh para penggagas dunia mimpi dan akan kita gantikan impian itu dengan tangisan berkepanjangan.



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EKSKLUSIF] SATU-SATUNYA SAKSI MATA G30S/PKI yang Masih Hidup Beber Kond...