SEROMBONGAN PASUKAN BAWAH TANAH BAWA NAMA PRESIDEN
NAMA JOKOWI muncul melengkapi nama identitas Kelompok Pasukan Bawah Tanah, yang mengobrak abrik pelaksanaan seminar yang sangat penting ini. Benarkan ini dilaksanakan langsung atas pentah Presiden ?. Nanti dulu .... !
Ketika itu terjadi berseliweran sejumlah orang yang memegang kamera, dan kamera itu bisa bicara banyak, walaupun tertangkapo adegan yang sedikit kasar tetapi para pemegang kamera itu sepertinya tak terlalu terganggu dan mereka masih bisa menghindar untuk mendapatkan gambar bambar yang sangat berharga untuk mengetahui prihal pristiwa langka yang berni beraninya mencantumkan nama baik Presiden.
Apalagi kameramen provesional, yang amatiran saja banyak menangkap gambar gambar bermutu walaupoun hanya menggunakan HP berukuran kecil yang mudah disimpan di kantong. Hingga banyak sekali gambar gambar yang beredar yang itu semua dibutuhkan oleh para anggota Diaspora, mereka adalah Warganegara Indonesia yang karena aktivitas dan provesinya merekja harus tinggal di lain. Yang mereka selalu menlakukan seminar semacam ini secara berkala sebagai obat kangen dan sebagainya.
Tentu kleterangan Pemerintah dan Presiden harus memberikan penjelsan dan berbagai klarofikasi karena pristiwa ini jelas melanggar peraturan, dan dibutuhkan klarifikasi tentang keterlibatan Pemerntah apalagi Presidem
Dunia akan menyematkan prediket buruk kepada Indonesia bila Pemerintah gagal menyampaikan keterangan yang layak dipercaya, atau kebenarannya disangsikan oleh berbagai pihak. Lalu semua pihak tentu sangat mengharapkan keterangan yang sejelas jelasnya mengapa Nama Presiden bisa ditampilkan seolah sebagai Penggerak dri Pristiwa yang jelas jelas melanggar aturan ini/
Munculnya nama Jokowi yang seolah menjadi penggerak dari gerakan
pengacauan pelaksanaan seminar atau pertemuan pasti ada yang lalu
mengaitkan pernuataan Beliau bahwa beliau akan memanfaatkan waktu untuk
Cawe Cawe dalam bidang politik. Tetapi sering sekali ditunjukkan kepada
kita banyak hal yang dijelaskan bahwa beliau tidak tahu mebahu dan
dipersilakan para wartawan bertanya langsung kepada yang menjadi sumber
beruta, Bapak Jokowi banyak menolak pertamuaan tentanh Politik, karena
beliau akan legih fokis untuk membangun dan membangun. Itulah sebabnya
sebetulnya banyak hal yang diharapkan untuk bisa disampaikan oleh pihak
Kepolisia dan kita harapkan Kepolisian bisa bekerja dengan lanca
'
Dan
kita juga mengharakan Bapak Jokowi yang namanya disebut sebut sebagai
penduku Pasukan di Bawah Tanah ini segera melakukan klarifikasi, jika
memang benar beliau yang menggerakkan maka beliau harus menjalaskan
alasan dan dasar hukum melakukan gerakan dibawah tanah itu
'
Sebagai
orang awam, kita tidakj habis fikir untuk apa dalam sisa waktu yang
hanya beberapa hari lagi ini mengapa harus dikotori tindakan brutal itu.
Ini harus segera di klarikasi, agar dijelaskan kepada umum, agar
kepemimpinan bisa berakhir dengan mulus tampa menyisakan klesalah
pahaman, karena informasi yag bekembang sangat merugikan Presuden
Jokowi.
'
Kelompok Diaspora ini adalah Wargaegra Indonesia yang tinggal di Luar Negeri karena Provesi mereka mengharuskan mereka untukj tinggal di Luar dalam waktu yang sangat lama sehingga secara Priodik mereka harus tinggal di luar selama Provesi itu masih ditekuninya. Kelompok ini ini memiliki profesi yang umumnya berhubungan dengan keilmuan, Dalam sikap politik mereka memiliki sikap yang seragam. Tetapi sebagai kelompok yang selalu saja haus informsi tentang Indonesia, tetapi tentu saja banyak juga yang sesungguhnya diwarnai suasana saling kangen dan mereka senang jumpa dengan tokoh tokoh Indonesia yang sering mereka baca bukunya, tulisan tulisan lainnya, dan berbagai alasan lainnya.
'
Sesuai dengan tangkapan pihak Kepolisian ternyata mereka yang tertangkap itu adalah benar benar adalah para preman, tetapi dalam waktu yang bersamaan masyarakat dipertontonkan ada kejanggalan nampak adegan keakraban amtarta preman yang melakukan huruhara di arena seminar dengan pihak Kepolisian. karena hal seperti itu nampaknya adalah tidak lazim. Tidak mungkin telah terjadi kesamaan faham antara Kepoilisian dengan pengacau keamanan.
Tetapi bisa jadi saling bersaman antara Anggota polisi yang bertugas pelaka pengrusakan itu kebeyulan memang sudah saling kenal dan bersahabat antara keduanya. Hal iniakan membuat bebn pemikiran akan semakin berat karena kita juga belum mencapatkan klarasi mengaka nama Jokowi disebt sebut sebagai Merk Pemimpin Pasukan Bawah Tanah. Hal ini jelas membuat kita merasa terombang ambing, kita tak rela bila para Preman ini menjual nama baik Presiden . kita lebih tak rela lagi bila ini direkayasi beberapa pejabat untuk seolah memuja Presiden tetpi justeru merugikan belaiau hanya tidggal menunggu hari untuk keninggalkan Jabatan dan Rumah Dinasnya Tetapi jika atas kehendak Presiden ... ya Apa Boleh Buat.
Sebagai jama'ah Masjid, suasana ini jangan sampai membuat kita semakin ricuh, kita anjurkan agar para Preman agar menghindari bayaran untuk kepentingan Politik oramh tertentu atau pejabat tertentu. Tugas menjaga keamanan, saya kira kerjaan yang mulia, Tetapi hindarilah menemika tugas tawaran untuk mengancam dan merugikan seseorang atau beberapa, atau sekelompok orang secara mekanggar aturan, apalagi konon ancamannya mencancapai 7 tahun, kasihan anak isteri jika anda sebagai Kepala Keluargha tak dapat memenuhi kebutuhan karena anda meringkuj dalam penjara. Jangan terkena rayuan mereka pejabat atau bos bis lainnya, mereka banyak uang, mereka masih tetap mampu mengurusi anak dan isteri walau dari pintu besi.
' SEBELUM MELETUSNYA penghiatan G 30 S PKI saya masih ingat bahwa pada saat itu yang belakangan saya tahu Kelompok itu sering sekali melakukan Perjalanan apel, selaku anak anak kami senang senanng saja, Yel yel Hidup PKI dengan jeritannya para Gerwani dan Pemuda Rakyat melengking lantang. Kelompok PKI ini kami kenal memiliki Banyak Lagi Lagu pembakar semangat, justeru pada Saat memasuki waktu untuk menunaikan Sholat Magrib maka sayuip syup kedengaran dikejauhan, suarta azan langsuing hilang ditelan tingkah suara alat musik tabuh, tiba tiba di Bahu kiri kanan saya dikejutkan oleh pegangan penuh kasih sayang ... Magrib Nak ... kita pulang ya ... tangan saya dituntun oleh Ibu saya menuju pulang ... kawan kawan lai sempat saya lirik menuju jalan pulang ke rumah masing. Lalu ibu menuntun saya mengambil Wudhu ... Ayau nampak sudah lama menunghgu kami untuk sholat berjama'ah. Tak berapa lama, Tepatnya 30 September 1965 mel...
Komentar
Posting Komentar